Good Jobs today

GOOD JOBs

Cara Cepat Hamil

Rabu, 26 Juni 2013

11 Ramuan Pengusir Ketombe

Siapa sih yang sanggup terus-terusan dinganggu ketombe, apalagi bila serangan gatalnya muncuk di depan umum. Kalau menggaruk kepala malu. Kalau dibiarkan, duh rasa gatalnya tak tertahankan.

Ketombe memang bikin repot dan kesal, terlebih bila berbagai produk shampoo antiketombe telah dicoba namun tidak memberikan hasilnya memuaskan. Apa lagi yang bisa diperbuat?

Jangan berputus asa! Masih ada beberapa alternatif lain yang dapat ditempuh. Salah satunya terapi herbal. Siapa tahu dengan cara alami, ketombe di kepala Anda betul-betul sirna.
  1. Sediakan santan kelapa sebanyak 100 ml, air buah jeruk purut 100 ml, dan air buah nanas 100 ml. Campur semua bahan, gunakan ramuan untuk membasahi kulit kepala sehabis keramas. Bila pada kulit kepala terdapat luka, olesan ramuan ini akan menimbulkan perih.
  2. Sediakan setengah cangkir minyak wijen, setengah cangkir minyak kelapa, 3 lembar daun orang-aring 3 lembar daun waru, 3 lembar daun mangkokan (Nothopanax scutellarium), 3 lembar daun pandan wangi, 2 butir kemiri, 1 kuntum bunga mawar, dan 7 kuntum bunga melati. rebus sampai mendidih air sebanyak dua liter pada panci. Panaskan minyak wijen dan minyak kelapa hingga mendidih pula, lalu masukkan campuran minyak ke dalam panci yang berisi 2 liter. Rebus hingga mendidih lagi. Kemudian masukkan semua bahan lainnya. Setengah 15 menir ramuan diangkat, disaring, dan didinginkan. Menjelang tidur malam, oleskan air ramuan pada kulit sampai rata sambil memijit kira-kira 10 menit. Lakukan secara teratur sampai ketombe hilang.
  3. Ambil 3-4 siung bawang merah, kupas kulitnya, lalu diparut atau tumbuk sampai halus. Oleskan ramuan bawang merah pada bagian kulit kepala sambil gosok-gosok perlahan selama 5 menit. Bila rambut dengan air hangat sampai bersih. Lakukan perawatan ini satu kali seminggu. Jika rambut rontok, hentikan pemakaian bawang merah ini. Tandanya, rambut Anda tidak cocok dengan ramuan ini.
  4. Sediakan 7 lembar daun pandan segar. Cuci bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air bersih sambil diremas-remas hingga merata. Peras dan saring. Oleskan aia perasan daun pandan ini ke kulit kepala yang berketombe. Biarkan sampai mengering kalau perlu oleskan sekali lagi. Sekitar 30-60 menit kemudian bila dengan air bersih, lakukan setiap hari sampai sembuh.
  5. Sediakan kemiri secukupnya. Tumbuk sampai halus, lalu masuk hingga mengeluarkan minyak. Gosokkan minyak kemiri ke kulit kepala hingga meresap sampai ke pori-pori. Lalu bilas rambut dengan air bersih. Lakukan 3 kali seminggu.
  6. Potong sebuah jeruk nipis menjadi 2-4 bagian. Gosok-gosokkan ke kulit kepala secara merata. Biarkan mengering beberapa lama. Kemudian bilas.
  7. Cuci 2-3 lembar daun kecubung segar. Tumbuk sampai halus, gosokkan pada kulit kepala yang berketombe. Diamkan beberapa lama. Kemudian bilas.
  8. Oleskan seperempat buah nanas masak. Kupas kulitnya, parut, lalu peras dan saring. Tambahkan perasan air 1 buah air jeruk nipis. Aduk sampai rata. Gunakan ramuan untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam hari sebelum tidur. Keramas rambut di keesokan paginya. Lakukan 2-3 kali seminggu.
  9. Ambil segenggam daun ingu segar, 1 potong kunyit dan 1 sendok teh beras. Cuci bersih lalu giling sampai halus seperti bubur. Gosokkan pada kulit kepala yang mengalami ketombe.
  10. Sediakan seikat sayur kangkung. Cuci bersih, lalu rebus dengan 2 gelas air hingga bersisa 1 gelas. Diamkan hingga dingin. Kemudian remas-remas tak perlu terlalu lumat. Gosokkan kangkung pada kluit kepala, diamkan sekitar 30 menit. Bilas dengan air rebusan kangkung. Selanjutnya bilas dengan air biasa.
  11. Satu ikat kangkung segar direndam dengan 1 liter air semalaman sampai airnya berwarna biru. Gunakan air tersebut untuk keramas. Lakukan secara teratur sampai ketombe hilang.
Sumber: Majalah Nirmala

Adas dan Beluntas atasi Puasa Tanpa Bau

Setiap orang yang berpuasa tentunya ingin tetap sehat. Dr. Samuel Oentoro, MS, dari Klinik Nutrifit, menganjurkan agar orang yang menjalankan puasa tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, yaitu sumber karbohidrat, lemak, proten hewani dan nabati serta asupan sumber mineral dan vitamin, saat sahur maupun buka puasa. Dengan demikian, meski sepanjang pagi hingga sore hari tidak makan dan minum, tubuh tetap dalam keadaan sehat dan bugar.

Meski badan dalam keadaan sehat dan bugar, gangguan sosial kerap dialami oleh orang yang sedang berpuasa, yaitu bau mulut. Hal ini dimungkinkan karena sejak batas imsak saat menjelang subuh hingga berbuka ketika magrib, lambung dalam keadaan kosong. Menurut Dr. Rosa dari Klinik Prorevital, Jakarta keadaan lambung kosong serta hawanya yang keluar lewat mulut menimbulkan bau tak sedap. Terlebih bila orang itu mengalami sakit maag. Bau yang keluar akan lebih menyengat.

"Sebenarnya dalam keadaan normal saja mulut kita penuh dengan bakteri. Bakteri-bakteri itulah yang menyebabkan bau mulut. Mulut menjadi tidak bau kerana terbilas oleh air dan makanan ketika kita tidak berpuasa. Mengonsumsi telralu banyak makan yang beraroma seperti bawang putih pun mengakibatkan bau mulut," tutur Dr. Rosa.

Adas dan BeluntasSelain akibat berpuasa, gangguan mulut juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut Dr. Handrawan Nadesul, pengasuh rubrik Klinik Keluarga Senior, ada beberapa penyebab bau mulut. Pertama, adanya infeksi di rongga mulut, gigi keropos atau bolong, gusi bengkak, dan karang gigi. Penyebab kedua, lidah meradang, kurang vitamin, lidah ergigit, atau tumbuh kanker di lidah. Ketiga, terjadi infeksi di gusi, gusi gampang berdarah, demam, mulut banyak mengelaurkan liur, dan badan lemah.

Selain itu, jamur candida juga bisa menjadi penyebab bau mulut. Radang lambung menahun pun mampu menyebabkan bau tak sedap yang dikeluarkan mulut.

Banyak orang mempunyai gangguan dengan bau mulut dan bau badan. Gangguan-gangguan itu dengan sendirinya bisa menimbulkan rasa percaya diri menurun, Bau tidak sedap yang keluar dari mulut maupun badan seorang merupakan gangguan bagi kehidupan sosialnya.
Suryani Restiawati, mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Bandung, menuturkan bahwa dirinya tiga bulan lalu minder bila harus berkumpul dengan teman-temannya. Hal ini karena bau tak sedap yang keluar dari mulut ketika ia sedang berbicara.

Beruntung ia bertemu dnegan Hj. Srah, yang memberinya ramuan tanaman obat, sehingga keluhan bau mulutnya hilang. Setelah mencoba rebusan adas, beluntas, dan kapulaga, Suryani tak lagi merasa rendah diri bila harus kongko-kongko dnegan teman-teman kampusnya.
Hj. Sarah Kriswanti S., herbalis asal Bandung, mengingatkan upaya sederhana yang dapat dilakukan sendiri oleh siapa pun. Bersihkan selalu rongga mulut secara teratur. Caranya dengan membersihkan gigi, mengeluarakan makanan yang menyangkut di gigi, serta berkumur dengan larutan garam dapur.

Sementara itu, masih akta Sarah, bau badan antara lain dapat dicegah dengan mandi secara teratur 2 kali sehari. Keringat sebetulnya merupakan bagian dari mekansime pengaturan suhu badan. Produksi keringat yang berlebihan akan memberikan kesempatan bakteri aerob untuk berkembang biak dengan baik.

"Bakteri itu cepat berkembang, tetapi cepat pula mati sesuai siklus kehidupannya," ujar Sarah.
Di tempat yang banyak bakteri mati itulah penyebab bau tidak sedap tersebut muncul.

Resep Atasi Bau Mulut dan Badan
Ada beberapa jenis tanaman yang cocok untuk mengatasi bau mulut dan bau badan. Tanaman itu mengandung bahan aktif berbau segar dan bermanfaat mematikan atau mengendalikan pertumbuhan bakteri serta memberikan bau harum bagi tubuh. Menurut Hj. Sarah Kriswanti S., herbalis asal Bandung, Jawa Barat, tanaman-tanaman itu adalah adas, kapulaga, pegagan, melati, sirih, jeruk nipis dan kunyit.

Berikut cara meramu bahan-bahan tersebut:

1. Bahan: 1 sendok teh adas, 1 cangkir daun beluntas, 2 biji kapulaga, 1 gelas air.
Cara membuat: Bahan direbus dalam wadah tertutup dengan api kecil selama setengah jam, diamkan hingga hangat, lali diperas. Air perasan tersebut dikumur-kumur lalu ditelan. Ramuan ini untuk 3 kali pemakaian. Lakukan hingga beberapa hari.

2. Bahan: 1 genggam daun beluntas muda.
Cara membuat: Daun beluntas dicuci bersih lalu dikukus. Makan sebagai lalap. Lakukan hingga beberapa hari.

3. Bahan: 3 buah jeruk nipis, kapur sirih secukupnya. Cara membuat: Jeruk nipis diiris-iris. Taburkan kapur sirih pada permukaan irisan jeruk nipis tersebut. Kemudian oleskan pada ketiak, biarkan selama 15 menit. Setelah itu cuci bersih dengan air. Lakukan setiap selesai mandi.

4. Bahan: 8 butir kapulaga, 1 cangkir daun pegagan, 2 gelas air.
Cara membuat: Kapulaga yang telah dicuci bersih dihancurkan, kemudian dicampur dengan daun pegagan. Tambahkan air, lalu direbus dalam keadaan tertutup hingga mendidih, selama setengah jam. Tetap dalam keadaan tertutup, rebusan didiamkan hingga terasa hangat, kemudian disaring atau diperas. Air perasan diminum setiap pagi pada saat perut masih kosong. Lakukan hal ini selama beberapa hari.

5. Bahan: 30 buah kumtum bunga melati, 1 gelas air matang
Cara membuat: Bunga melati direndam dalam air matang selama 1 malam dalam keadaan tertutup dalam wadah plastik atau kaca. Airnya diminum setiap pagi selama lima hari berturut-turut.

6. Bahan: 5 helai daun sirih, 3 gelas air.
Cara membuat: Daun sirih yang telah dicuci bersih direbus dengan air bersih hingga mendidih selama 15 menit. Biarkan rebusan air hingga dingin dalam keadaan tertutup. Gunakan rebusan air sirih untuk kumur-kumur sebanyak 3 kali sehari. Setiap kali kumur, gunakan 2 sendok makan. Lakukan hal ini hingga beberapa hari.

7. Bahan: 2 jari kunyit, gula aren secukupnya, 1 gelas air.
Cara membuat: Kunyit dicuci bersih lalu diparut dan diremas dengan air. Setelah itu tambahkan gula aren, kemudian aduk-aduk hingga rata. Selanjutnya campuran ini dipras atau disaring. Air perasan diminum sekaligus pada malam hari menjelang tidur. Lakukan hal ini selama beberapa hari.

8. Bahan: 15 helai daun muda jeruk nipis, tepung beras secukupnya.
Cara membuat: Daun jeruk nipis dicuci bersih lalu dihaluskan. Tambahkan tepun beras secukupnya pada halusan daun jeruk nipis. Campuran itu diaduk sampai rata, kemudian bentuklah menyerupai pil, butiran pil tersebut ditelan sebanyak tiga kali sehari satu butir setelah makan. Lakukan hal ini selama beberapa hari.

Sumber: Senior

Adas untuk batu empedu sampai sesak nafas

Adas(Foeniculum vulgare Mill.)
.
Sinonim := E officinale, All. = Anethum foeniculum, Linn.
.
Familia :Apiaccae (Umbelliferae)
.
Uraian :
Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon.
.
Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang.
.
Terna berumur panjang, tinggi 50 cm - 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi.
.
Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 - 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 1 0 em, panj' ang gagang bunga 2 - 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya.
.
Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan.
.
Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Nama Lokal :
.
Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS
.
Buah : buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung.
Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil).
.
KANDUNGAN KIMIA :
.
Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%, mengandung 50 - 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin).
.
Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian :
  1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan.
  2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus).
  3. Menghilangkan dingin dan dahak.
  4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan.
  5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal.
  6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
  • Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah,
  • ASI sedikit,;
  • Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk,;
  • Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur, rematik goat,;
  • Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik,;
  • Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu,;
  • Pembengkakan saluran sperma (epididimis),;
  • Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),;
  • Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;

  • BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang). Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.
  • KEGUNAAN:
  • Buah bermanfaat untuk mengatasi : - sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual, muntah, diare, - sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, - batuk berdahak, sesak napas (asma), - haid: nyeri haid, haid tidak teratur, - air susu ibu (ASI) sedikit,- putih telur dalam kencing (proteinuria), - susah tidur (insomnia), - buah pelir turun (orchidoptosis), - usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), - pembengkakan saluran sperma (epididimis), - penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis), - mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya, - rematik gout, dan- keracunan tumbuhan obat atau jamur.
  • Daun berkhasiat mengatasi : - batuk, - perut kembung, koilk, - rasa haus, dan - meningkatkan penglihatan.
CARA PEMAKAIAN :
Buah adas sebanyak 3 - 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum. Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka. Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.

  • CONTOH PEMAKAIAN :
  • 1. Batuk
a. Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2 cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.
b. Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2 kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum, bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
  • 2. Sesak napas
a. Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari, sampai sembuh.

b. Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rimpang kencur 2 jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Baban-bahan tadi lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.
  • 3. Sariawan
Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler 1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam, daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut 1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari, rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup 3/4 gelas.
  • 4. Haid tidak teratur
Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam, jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari, bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengan setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.
  • 5. Batu empedu
Serbuk buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan 1 cangkir air panas. Minum setelah dingin. Lakukan setiap hari.

CATATAN :
- Pengobatan hernia tetap dengan cara operasi, yaitu rnenutup lubang saluran yang ada. Adas hanya menaikkan sementara usus yang turul kelipat paha.
- Hindari penggunaan adas dalam dosis besar.
- Pemakaian buah adas kadang menyebabkan sering kentut dai bersendawa.
- Buah adas efektif untuk pengusir serangga (insect repellent).

Adem ati untuk anti radang


Adem Ati(Litsea glutinosa (Lour.) C.D. Robins.)


Sinonim :Litsea chinensis Lamk. Litsea littoralis (L.) Vill. Familia :Lauraceae.

Uraian :
Berupa pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter. Batang berkayu dan bercabang-cabang. Daun tunggal, bentuk elips, warna hijau, dan berbulu halus. Perbungaan bentuk malai, mahkota bunga berwarna putih kekuningan. Buah bulat, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. Akar tunggang warna cokelat muda. Bagian yang digunakan Akar, kulit kayu, dan daun.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Huru batu, Huru beusai, Huru tangkalak, Madang kapas (Sd); Adem
ati, Kapu ketek, Nyampu wingka, Wuru beling (Jw).

NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA
Litseae glutinosae Radix; Akar Adem Ati. Litseae glutinosae Cortex; Kulit
kayu Adem Ati. Litseae glictinosae Folium; Daun Adem Ati.

Komposisi :
Alkaloid (golongan fenantrena dan aporfina), flavonoida, tanin, polifenol,
dan minyak atsiri.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sifat Khas Manis, pahit, dan mendinginkan. KHASIAT Anti inflamasi, analgesik, dan hemostatik.

Kegunaan Di Masyarakat
Akar:1. Mencret.2. Kencing manis. 3. Radang usus.4. Radang kulit bernanah (obat luar).
Kulit kayu dan
Daun (obat luar):1. Bisul;2. Luka berdarah; 3. Obat penenang; 4. Radang kulit bernanah; 5. Radang payudara;

RAMUAN DAN TAKARAN

Kencing Manis
Ramuan:
Akar Adem Ati 5 gram
Daun Salam segar 4 lembar
Air 140 ml
Cara pembuatan:Dibuat infus.
Cara pemakaian:Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, setiap minum 100 ml.
Mencret, Radang Usus
Ramuan:
Akar Adem Ati 6 gram
Rimpang Kunyit segar 6 gram
Air 110 ml
Cara pembuatan:Dibuat infus atau diseduh.
Cara pemakaian:Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Lama pengobatan:Diulang selama 3 hari (Mencret), 14 hari (Radang usus). Bila tidak
menunjukkan gejala penyembuhan dianjurkan untuk ke dokter.
Radang Kulit Bernanah, Radang Payudara, Luka, dan Bisul
Ramuan:
Kulit kayu/Daun segar
Adem Ati secukupnya
Daun Sambilata secukupnya
Air secukupnya
Cara pembuatan:Dipipis hingga berbentuk pasta.
Cara pemakaian:Ratakan pasta pada bagian kulit yang sakit. Sebelum dibaluri dengan pasta
tersebut, sebaiknya dibersihkan dengan air hangat dahulu.
Lama pengobatan: Diperbaharui setiap 3 jam.

Ajeran untuk usus buntu dan demam


Uraian :
Tumbuhan ini termasuk tumbuhan liar dan banyak ditemui di pinggir jalan. Kadang-kadang ditanam di halaman, sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini tergolong terna, tinggi dapat mencapai 150 cm. Batang berbentuk segi empat, warna hijau. Daun bertiga-tiga, masing-masing berbentuk bulat telur, pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning. Bagian yang digunakan Seluruh bagian tumbuhan yang berada di atas tanah (herba).

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: ajeran, hareuga (Sunda), jaringan, ketul (Jawa). NAMA ASING: Black jack (En). Sornet (Fr). Malaysia: kancing baju, pau-pau pasir, keroten. Papua New Guinea: ivu na mag (Gunantuna, New Britain), rakot (Kurtatchi, Bougainville). Philippines: dadayem (Ibanag), burburtak (Ilocano), pisau-pisau (Bisaya). Thailand: puen noksai, kee nok sai, yaa koncham khaao. Vietnam: d[ow]n bu [oos] t, t [uwr] t [oo] hoang, q [ur]y tr [aa] m th [ar] o. NAMA SIMPLISIA Bidentitis pilosae Herba; Herba Ajeran.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Mendinginkan, rasa pahit, dan melancarkan peredaran darah. KHASIAT Antiinflamasi, antipiretik, dan antiseptik.

Komposisi :
Alkaloid poliina, saponin, zat pahit, minyak atsiri, dan zat samak.

KEGUNAAN
1. Demam.
2. Pencernaan tidak baik.
3. Rematik (nyeri persendian).
4. Selesma.
5.Usus buntu.
6.Wasir.

RAMUAN DAN TAKARAN

Selesma dan Demam
Ramuan:
Herba Ajeran (3 gram)
Babakan Pule (200 mg)
Daun Sembung (3 gram)
Daun Poko (2 gram)
Air (130 ml)

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang sampai sembuh.

Usus Buntu
Penyakit usus buntu harus segera ditangani oleh dokter. Bila karena sesuatu hal, dokter belum dapat ditemui, ramuan ini dapat digunakan.

Ramuan:
Herba Ajeran (5 gram)
Air (120 ml)

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau pil.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml, atau 3 kali sehari 9 pil.

Lama pengobatan:
Diulang selama 20 hari. (iptek.net.id)

Ajeran, Tumbuhan Liar Pereda Demam

Ajeran memang kalah populer dibanding tanaman obat lain, seperti meniran atau turi. Padahal, sifatnya yang mendinginkan dan kandungan alkaloid polina serta saponinnya mampu membantu meredakan demam.

Tumbuhan ini dikenal sebagai tanaman semak yang banyak tumbuh di pinggir jalan atau sengaja ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini mudah tumbuh, tidak suka air, tinggi mencapai 1,5 meter. Batang berbentuk agak lonjong dengan pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning.

Mengapa tumbuhan liar ini memiliki khasiat obat? Sejauh ini memang belum ada penelitian resmi, terutama di dalam negeri, yang mampu mengungkapkan rahasia tanaman yang dalam bahasa Latin disebut Bidens pilosa ini. Meski begitu, beberapa orang percaya, secara tradisional tumbuhan ini bermanfaat untuk meredakan demam.

Seperti diungkapkan Darmawi, yang mengaku memiliki pengalaman dengan ajeran atau dalam bahasa Jawa disebut jaririgan atau ketul dan hareuga (bahasa Sunda) ini, saat anaknya yang berusia 8 tahun tiba-tiba demam tinggi. Karena alasan darurat, ia coba memberikan ramuan ajeran. Diakuinya, penggunaan ajeran untuk mengobati anaknya yang demam itu didasarkan pada pengalaman yang diwariskan orangtuanya.

Darmawi mencoba membuat resep sendiri dengan bahan baku ajeran ditambah daun sembung dan sedikit rimpang jahe, kemudian dicampur dengan air untuk direbus. Setelah dingin, ditambah satu sendok madu. Hasilnya ternyata lumayan, dua jam berikutnya demam anaknya mereda.

AntiinflamasiW. Isnanto, ahli dan pengembang tanaman obat, menjelaskan bahwa secara tradisional, ajeran memang dikenal sebagai salah satu tanaman obat yang memiliki sifat mendinginkan. Meski begitu, dalam penggunaan sebagai ramuan untuk pereda demam, sering dicampur dengan bahan baku lain seperti jahe atau daun sembung. Dalam tanaman obat koleksinya, ajeran memang relatif kurang dikenal karena banyak orang belum memahami khasiat tumbuhan ini.

Pemanfaatan ajeran atau Bidens pilosa di negara-negara Barat ternyata jauh lebih berkembang. Hal itu terlihat dari banyaknya literatur yang mengulas tanaman yang ramuannya terasa pahit ini.

Sebuah lembaga sosial di Hawaii yang bergerak dalam bidang pengembangan beragam tanaman dap bunga untuk kesehatan mengungkapkan, ajeran memiliki sifat antiinflamasi ringan seperti halnya aspirin maupun ibuprofen. Dijelaskan Steven Malbrouh, MD, Bidens pilosa memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antiinflamasi ringan alami pereda demam.

Selama ini diketahui, aspirin maupun ibuprotein merupakan zat yang dapat membantu proses penurun papas pada penderita demam. Lebih lanjut dijelaskan, pemanfaatan Bidens pilosa secara luas dapat dilakukan dengan merebus daun segar atau mengeringkannya untuk bahan baku minuman, seperti halnya teh.

Dimanfaatkan di Hawaii
Ajeran atau di Hawaii lebih dikenal dengan sebutan kinehi ini, ternyata terus dikembangkan dap sedang diuji klinis untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari pengobatan radang mata atau conjunctivitis. Bahkan, karena dinilai cukup aman, ajeran telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat di Amerika Tengah dan Selatan serta Afrika Barat sebagai obat luar. Meski begitu, diingatkan dalam pemanfaatan ajeran dengan dosis tinggi perlu sikap hati-hati karena dapat menyebabkan iritasi ginjal.

Jika di luar negeri pengembangan dan perielitian tentang manfaat ajeran sudah banyak dilakukan, tidak demikian halnya dengan di Indonesia. Hal ini mungkin disebabkan tidak banyak orang mengenal tumbuhan liar ini, apalagi tertarik, kecuali sebatas menjadikannya sebagai tanaman hias atau tanaman semak yang tidak terlalu bernilai.

Berikutnya, tentu terserah Anda, apakah tertarik untuk memanfaatkan ajeran sebagai solusi alami pengobatan maupun penurun deman atau cukup menanamnya. Sumber: Senior

Akar Manis untuk Batuk dan Tukak Lambung

Akar Manis
(Glycyrrhiza glabra L,)
Sinonim :
-

Familia :
Papilionaceae (Leguminosae).

Uraian :
Simplisia ini masih diimport, sebab belum dapat ditanam di Indonesia. Bagian yang digunakan Akar.

Nama Lokal :
NAMA SIMPLISIA Glycyrrhiza Radix, Liquiritae Radix; Akar Manis.

Komposisi :
Glisirhisin, saponin, glikosida likuiritin, asparagin, umbeliferona, glabrolida, glukosa, sukrosa, asam likuiritat, asam hidroksiglisirhitat, zat pahit, minyak atsiri, dan asparagin.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Menetralkan, rasa manis. KHASIAT Ekspektoran, anti inflamasi, dan spasmolitik.

KEGUNAAN
Anti kolestrol.
Bronkhitis.
Batuk.
Mulas
Tukak lambung

RAMUAN DAN TAKARAN

Batuk
Ramuan:
Akar Manis 1,5 gram
Rimpang 8 gram
Daun Sirih 3 lembar
Air 130 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore sebelum makan, tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang sampai sembuh.

Tukak Lambung
Ramuan:
Akar Manis 3 gram
Rimpang Kunyit 4 gram
Air 130 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan
Diulang selama 14 hari. Bagi penderita yang tidak tahan panasnya kunyit, ramuan dapat ditambah air hingga encer, diendapkan dahulu kemudian diminum.

Peringatan
Takaran yang terlalu besar dan pemakaian terlalu lama dapat mengakibatkan hipoklamia.(iptek.net.id)